Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Orang yang Depresi

04/17/2017

Gangguan psikis di Indonesia masih dipandang negatif. Bahkan depresi biasanya diasosiasikan dengan "gila" ataupun stress. 

Stigma Terhadap Depresi

Gangguan psikis di Indonesia masih dipandang negatif. Bahkan depresi biasanya diasosiasikan dengan "gila" ataupun stress. Namun depresi bukan gila, meskipun bisa berakibat pada gangguan jiwa akut. Orang-orang dengan gangguan jiwa sehingga telanjang di jalanan adalah para penderita depresi berat jika diabaikan begitu saja. 

Depresi bukan "gila".

Sayangnya pandangan negatif terhadap gangguan psikis ini justru memperparah keadaan. Tidak heran orang justru menyangkal keadaannya apabila menemukan gejala-gejala gangguan psikis pada dirinya dan mengabaikannya, mulai dari gejala ringan sampai akut. Padahal gangguan psikis butuh penanganan Psikolog atau Psikiater.

Penanganan terhadap depresi

Gejala depresi dapat dikenali dari perubahan perilaku sehari-hari kita. Saat ini website-website bertema psikologi di internet juga menyediakan layanan gratis untuk mengetahui apakah seseorang mengalami depresi atau tidak.

Apabila seseorang mengalami depresi, terdapat beberapa metode perawatan medis untuk depresi tahap sedang hingga akut, seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Interpersional Psychotherapy (IPT), dan beragam pemberian obat-obatan anti depresi. 

Orang dengan kasus depresi bisa saja mendapatkan metode perawatan yang berbeda antara satu dan lainnya, tergantung pada kondisi dan pertimbangan paramedis yang menangani. Misalnya, metode pemberian obat-obatan anti depresi tidak boleh dipergunakan dalam menangani depresi pada anak-anak dan bukan metode awal untuk diterapkan pada remaja. Penanganan terhadap depresi memang butuh perawatan yang intensif dan berkelanjutan. Penanganan kasus ini di Indonesia masih terhambat kurangnya tenaga ahli, fasilitas layanan kesehatan, dan anggaran.

Apa yang bisa dilakukan untuk penderita depresi?

Sebagai non-paramedis yang awam dan tidak dalam kapasitas memberikan perawatan, hal paling sederhana namun bermanfaat yang dapat kita lakukan adalah membantu mengenali gejala depresi. Bukan hanya untuk orang lain, tahap mengenali depresi ini juga bisa membantu apabila kita sendiri yang mengalami.

Dengan mengenali dan memahaminya, orang akan lebih mudah untuk menerima dan tidak menyangkal kondisi ini. Sehingga akan lebih mudah bagi kita untuk mendorong orang dengan depresi untuk datang dan berkonsultasi ke psikolog atau psikiater. Di sana mereka akan mendapat penanganan medis yang tepat.

Kenali gejala depresi. Cari pertolongan profesional.

Jika kita mengenali gejala depresi pada teman dan kerabat, ajak bicara. Bahkan jika kamu yang mengalami depresi, berceritalah pada orang di sekitarmu. Sebelum ditangani paramedis, setidaknya bercerita dapat membantu mengurangi tekanan yang dialami penderita depresi.

Kalau kamu depresi, yuk curhat pada orang terdekat.

Selain itu, sebagai anak muda kita juga bisa aktif mengampanyekan tentang depresi. Misalnya fakta bahwa depresi itu bukan sesuatu yang memalukan; depresi tidak boleh diabaikan; depresi adalah penyakit yang bisa disembuhkan. Di luar negeri sudah ada beberapa kampanye positif untuk meningkatkan kepedulian terhadap penderita depresi dan membantu mereka. Sebut saja Defeat Depression Campaign, Project Semicolon (Proyek Titik Koma), Depression Awareness Week: Our #WHATYOUDONTSEE, dan program Intergenerational Living Models (percontohan tempat tinggal intergenerasi) in Netherland.

Sementara, di Indonesia ada organisasi "Get Happy" yang bervisi menjadi sumber informasi dan komunitas suportif terkait isu depresi atau kesehatan mental. Kamu bisa mengenal mereka lebih lanjut melalui link di bawah ini. 

Depresi Bisa Kambuh

Depresi bisa sembuh, sayangnya depresi juga bisa kambuh. Semakin akut depresi yang pernah dialami, semakin besar dan sering kemungkinan untuk kambuh. Untuk mencegah kambuhnya depresi, ini yang harus dilakukan:

  • Menjaga kesehatan dengan mengatur pola makan dan latihan fisik yang teratur

  • Hindari tugas dan kegiatan yang membebani dan membuat kewalahan

  • Biasakan bersikap dan berpandangan positif serta percaya diri

  • Bersosialisasi dengan keluarga dan komunitas

  • Hanya mengambil keputusan besar jika sudah pulih dalam skala 6/10

  • Jangan berhenti dari program perawatan yang sedang dijalani

  • Berhenti mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan

  • Atasi stres dengan olahraga, yoga dan meditasi, akupuntur, hipnotis, talk therapy, atau sekedar berbagi cerita pada teman dan kerabat.

#SiapBerkontribusi bersama YCI untuk perubahan positif?

Ditulis oleh: Hillary Tanida

Sumber:

https://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs369/en/

https://www.kompasiana.com/ezrasoleman/depresi-sering-disebut-tapi-salah-alamat-terimakasih-pada-stigma_54f941d4a33311ac048b4a66

https://www.health.com/health/gallery/0,,20431660,00.html

Sumber gambar: 

https://i0.wp.com/www.satujam.com/wp-content/uploads/2015/11/orang-depresi.jpg?resize=589%2C302