Apa yang Kamu Perlu Tahu tentang Depresi

04/10/2017

Semua yang Kamu Perlu Tahu Tentang #Depresi

Apa itu depresi?

Depresi adalah penyakit, sama seperti diabetes dan kanker adalah penyakit.

Kalau kamu...

  • merasa sedih atau tak bersemangat terus menerus selama minimal dua minggu,
  • kehilangan minat terhadap aktivitas yang biasanya kamu sukai, dan
  • merasa sulit atau berat melakukan aktivitas sehari-hari

Kamu mungkin mengalami depresi.

Kalau kamu merasa depresi, bicarakan. Cari pertolongan profesional.

Seseorang yang mengalami depresi juga biasanya,

  • merasa lelah (kehilangan energi);
  • selera makannya berubah;
  • tidur lebih lama atau kurang daripada biasanya;
  • merasa cemas;
  • konsentrasinya berkurang;
  • sulit mengambil keputusan;
  • merasa resah;
  • merasa dirinya tidak berharga, merasa bersalah, atau kehilangan harapan; dan
  • muncul pemikiran untuk melukai diri sendiri atau bunuh diri.

Depresi bisa dialami siapa saja.

Depresi bukan berarti kamu lemah.

Depresi bisa disembuhkan, dengan cara berbicara kepada terapis atau mengonsumsi obat anti-depresi atau keduanya.

Kalau kamu merasa depresi, bicarakan. Cari pertolongan profesional. Tidak usah merasa malu atau segan, karena mengobati depresi sama normalnya seperti mengobati DBD (demam berdarah dengue).

Mengapa kita mengalami depresi?

Penyebab depresi berbeda-beda bagi setiap orang dan seringkali merupakan gabungan dari beberapa faktor. Kita juga tidak bisa selalu mengetahui dengan pasti apa sebenarnya penyebab seseorang mengalami depresi.

Penyebab depresi berbeda-beda bagi setiap orang

Kesulitan jangka panjang - lama menganggur, berada dalam hubungan yang tidak sehat (abusive), kesepian, stres berkepanjangan - lebih mungkin menjadi penyebab depresi daripada stress akibat peristiwa yang baru terjadi (seperti dipecat). Namun, peristiwa yang baru terjadi atau gabungan peristiwa bisa 'memicu' depresi kalau kamu punya pengalaman buruk atau alasan pribadi untuk lebih terpengaruh oleh kejadian tertentu.

Alasan pribadi seperti genetik, berkepribadian seperti rendah diri atau perfeksionis, stres karena mengidap penyakit serius, dan mengonsumsi alkohol atau narkoba bisa membuatmu mengalami depresi.

Depresi bisa muncul sejak masa remaja

Kementerian Kesehatan Indonesia pada 2013 menyatakan prevalensi gangguan kesehatan mental emosional (gejala depresi dan kecemasan) di Indonesia untuk usia 15 tahun ke atas adalah 6% atau sekitar 14 juta orang. Artinya, 6% penduduk pada 2013 setidaknya 14 juta orang Indonesia mengalami gangguan mental emosional.

94 persen masyarakat Indonesia mengidap depresi, dari depresi ringan hingga paling berat.

Menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDI), 94 persen masyarakat Indonesia mengidap depresi, dari depresi ringan hingga paling berat. Sementara di tingkat global, lebih dari 300 juta orang atau 4 persen populasi dunia mengalami depresi.

Akibat Depresi

Depresi berbeda dari perubahan mood biasa dan respons emosional jangka pendek terhadap tantangan sehari-hari. Ketika seseorang mengalami depresi untuk waktu yang lama dan depresinya tidak tergolong ringan, kesehatannya bisa terganggu.

Depresi dapat menyebabkan seseorang merasa menderita dan tidak dapat bekerja, belajar, dan berinteraksi dengan orang lain dengan baik. Jika sangat parah, depresi dapat mendorong seseorang untuk bunuh diri. Hampir 800.000 orang bunuh diri per tahunnya. Bahkan, bunuh diri adalah penyebab kematian terbesar kedua bagi kelompok usia 15-29 tahun.

Bunuh diri adalah penyebab kematian terbesar kedua bagi kelompok usia 15-29 tahun.

Walau ada pengobatan yang diketahui dan efektif untuk menangani depresi, kurang dari setengah pengidap depresi menerima pengobatan. Di banyak negara bahkan orang yang mengobati depresinya tidak sampai 10% dari total penderita depresi.

Halangan untuk mengobati depresi secara efektif di antaranya:

  • kurangnya sumber daya
  • kurangnya penyedia layanan kesehatan yang terlatih
  • stigma sosial yang diasosiasikan dengan kelainan mental
  • diagnosa yang tidak tepat

Orang yang mengalami depresi seringkali tidak didiagnosa dengan tepat, dan orang yang sebenarnya tidak depresi juga sering salah didiagnosa dan diberikan obat anti depresi.

Pemerintah Indonesia

Karena jumlah psikiater di Indonesia tidak cukup untuk melayani semua pasien kesehatan mental, pemerintah membolehkan dokter umum menangani penyembuhan penderita penyakit mental.

Kementerian Kesehatan juga menargetkan pelayanan kesehatan jiwa bisa didapatkan di Puskesmas serta rumah sakit, dan melatih dokter umum, perawat, dan psikiater agar bisa menyembuhkan penyakit mental dengan lebih baik.

Kita minta masyarakat mau bersikap positif terhadap penderita gangguan mental.

Dari 9.000 Puskesmas di seluruh Indonesia, 10% sudah melayani pasien kesehatan jiwa; dari 1.100 rumah sakit daerah, 20-an bisa menangani penyakit mental; dan semua rumah sakit pusat bisa menerima penderita gangguan kejiwaan.

Namun, peran orang terdekat seperti keluarga dan sahabat juga penting untuk mendukung penderita depresi. Irmansyah dari Kementerian Kesehatan menyatakan, "Kita minta masyarakat mau bersikap positif terhadap penderita gangguan mental." Pada 2011, pemerintah juga mengalokasikan dana Rp22 miliar untuk menanggulangi kesehatan jiwa.

#SiapBerkontribusi bersama YCI untuk perubahan positif?

Ditulis oleh: Jennifer Sidharta