Komunitas Relawan #SocialChangemakers Resmi Dibuka!

05/13/2017

Pembukaan Komunitas #SocialChangemakers dan Pelatihan Mengajar bagi Para Relawan

JAKARTA. Youth Corps Indonesia (YCI) telah resmi membuka salah satu program yang bernama Social Changemakers pada hari Sabtu, 13 Mei 2017 di Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. Program ini dibuka secara resmi oleh Director YCI, Gilang Ardana, yang juga berkesempatan untuk menjelaskan mengenai latar belakang terbentuknya organisasi ini serta dalam bidang apa organisasi ini bergerak kepada dua puluh peserta yang hadir.

Social Changemakers merupakan sebuah program diskusi baik secara online maupun offline dengan melakukan sebuah aksi sosial kepada masyarakat demi terwujudnya perubahan sosial dalam masyarakat. Adapun isu sosial yang diangkat dalam Social Changemakers berdasarkan isu prioritas yang diangkat oleh YCI, yaitu Civic Engagement, Health, Education, Social Inclusion, Economic Empowerment, dan Environment atau biasa dikenal dengan CHEESE. Pada tahun ini, Social Changemakers berfokus pada 4 dari 6 isu tersebut, yaitu Civic Engagement, Education, Social Inclusion dan Economic Empowerment. Sebagai langkah awal dalam melaksanakan program tersebut, YCI membuka rekruitmen relawan pemuda untuk mengikuti program ini secara nasional dimana rekruitmen ini juga akan dibuka sepanjang tahun. Hingga saat ini, sebanyak lebih dari 250 pemuda telah menjadi bagian dari relawan Social Changemakers.

Pendidikan menjadi tema Social Changemakers pada bulan Mei, sehingga selain meresmikan program Social Changemakers, acara pada hari Sabtu kemarin juga terdapat pelatihan relawan. Dalam pelatihan tersebut, para relawan melakukan role play sebagai guru dan murid serta berdiskusi untuk menganalisis tantangan apa yang akan dihadapi para relawan ketika mengajar anak-anak dan bagaimana solusi menghadapi tantangan tersebut. Selain itu, para relawan juga dijelaskan bagaimana karakteristik anak-anak di Lapak Pemulung Gandaria, tempat dimana para relawan ini akan melakukan aksi nyata terkait tema pendidikan.

"Saya sangat senang melihat antusiasme para peserta dalam pelatihan ini serta teman-teman relawan Social Changemakers lainnya yang menyebar hampir di seluruh Indonesia. Saya mendapatkan banyak pembelajaran dari acara ini dan saya harap teman-teman lainnya terus memiliki semangat berkontribusi terhadap Indonesia yang dapat diaplikasikan melalui program ini."

Gilang Ardana - Director YCI

Dalam acara tersebut juga dihadirkan seorang pembicara yang bergerak dalam bidang pendidikan, Arasyan Albar. Pemuda berusia 23 tahun ini menceritakan pengalamannya ketika mengajar di sebuah sekolah dasar di Bandung dan mengatakan bahwa pendidikan yang paling utama adalah bagaimana menghadirkan pendidikan yang organik dengan mengajak anak-anak untuk berpikir, sehingga guru adalah seorang fasilitator, bukan hanya pemberi materi satu arah. 

"Ki Hajar Dewantara pernah berkata, pendidikan yang baik dimaknai dengan pendidikan yang bersifat sistemik-organik, yaitu menekankan pada proses pembelajaran serta bersifat fleksibel. Menurut saya, pengajar yang berhasil adalah ketika pesan-pesan yang disampaikannya kepada para siswa sampai dan diterima dengan baik mereka. Contohnya, ketika saya mengajar di Bandung, ada satu anak yang berkata kepada teman saya bahwa dirinya akan membuktikan bahwa dia bisa mencapai cita-citanya dan hal tersebutlah yang saya katakan bahwa kami berhasil menyampaikan pesan kami kepada para siswa."

Arasyan Albar - Penggiat Pendidikan

YCI pun masih membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para pemuda yang peduli akan isu sosial untuk bergabung menjadi bagian dari Volunteer Social Changemakers dan berkolaborasi bersama YCI untuk kemajuan Indonesia. YCI percaya bahwa dengan berkolaborasi, para pemuda dapat menjawab tantangan-tantangan sosial dengan solusi yang lebih baik dan efektif.

Ditulis oleh: Anindya Ayu Kirana