Mengejar Ilmu Sampai ke Negeri Tirai Bambu

04/03/2017

Ilmu itu jangan dituntut, tapi harus dikejar. Meskipun harus dikejar sampai ke negeri Cina.

Kabar gembira dari keluarga besar Youth Corps Indonesia!

M. Mirzal Dipa atau Jaja, pengurus YCI periode 2016-2017, mendapatkan kesempatan untuk terbang ke negara Tirai Bambu melalui sebuah kompetisi esai yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community Indonesia (FPCI).

Dengan topik esai 'What Indonesian Youth Think About China', mahasiswa jurusan Hubungan Internasional di salah satu universitas swasta di Cikarang ini berhasil membawa esai-nya menjadi salah satu esai terbaik dan mendapatkan predikat TOP20 Writers dari seluruh Indonesia. 

Dalam esai-nya, Jaja mengangkat topik Institut Konfusius yang didirikan oleh Pemerintah Tiongkok yang bertujuan untuk mempromosikan bahasa Mandarin serta budaya Tiongkok di negara lain. Insitut Konfusius sendiri sudah berdiri di Indonesia di bawah naungan beberapa sekolah menengah dan universitas. Tidak hanya sebagai lembaga untuk mempromosikan budaya Tiongkok, Institu Konfusius juga kerap kali memberikan beasiswa pendidikan kepada anak bangsa yang berprestasi.

Sebagai Pemuda Indonesia, Jaja melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang positif yang bisa diadaptasi oleh Pemerintah Indonesia untuk memperkuat promosi Indonesia untuk sektor budaya lebih maksimal lagi. Budaya Indonesia sangat unik dan beragam. Di samping itu, Bahasa Indonesia sendiri juga sudah mulai dipelajari di beberapa sekolah di luar negeri, seperti di Australia. Jadi, tidak ada salahnya Pemerintah Indonesia berkiblat ke negara Tirai Bambu untuk mengadaptasi cara yang cukup efektif tersebut untuk memperkuat diplomasi publik Indonesia. Meskipun, upaya Pemerintah tidak lengkap jika tidak adanya partisipasi & kontribusi publik, khususnya kita anak muda.

Yuk, siapkan diri untuk membuat perubahan di sekitar kita! 😉

#SiapBerkontribusi bersama YCI untuk perubahan positif?

Published by: Ratna Sudaryo (@ratnasudaryo)