#PemudaBerkontribusi : Education Cannot Wait

05/31/2017

Pendidikan memang tidak dapat menunggu untuk dibenahi, kita juga tidak perlu menunggu untuk mulai berkontribusi.  

Seperti teman-teman pemuda dari The School Projects, mereka memulai dari daerah asal salah satu pendirinya. The School Projects merupakan inisiatif dari seorang pemuda yang berasal dari Sumatra Utara yang kemudian mengajak bergabung teman-teman dan kenalannya yang punya perhatian serupa untuk masalah pendidikan, termasuk "kolega internasionalnya" pada saat melanjutkan studi di Amerika Serikat.

Proyek Education Cannot Wait menargetkan sekolah dasar di provinsi Sumatra Utara, tepatnya kabupaten Mandailing Natal. Berjarak ±525km dari ibukota, Mandailing Natal cukup terpencil dan merupakan kabupaten dengan 8 kecamatan tertinggal. Dengan jarak tempuh sekitar 14 jam menggunakan mobil, mencapai Mandailing Natal bukanlah perjalanan yang ringan.

Masalah yang ada di sekolah-sekolah di Mandailing Natal ini cukup kompleks. Mulai dari fasilitas sekolah yang tidak layak. Kursi yang tidak tersedia membuat para siswa terpaksa berdiri sepanjang jam pelajaran. Kesulitan ekonomi juga seringkali memaksa siswa untuk putus sekolah. Siswa tidak masuk sekolah karena harus menjaga adiknya sedangkan orang tua bekerja adalah hal yang lumrah. Gaji untuk guru yang tidak mencukupi juga membuat sejumlah guru meninggalkan tempat tugasnya di Mandailing Natal. Terakhir, keterbatasan dana untuk sekolah dasar memaksa mereka bergabung pada sebuah sekolah induk yang akan menyalurkan dana ke sekolah-sekolah di bawah naungannya, atau disebut sekolah filial.

Program Education Cannot Wait menargetkan 4 sekolah dengan jumlah siswa yang berbeda-beda.

Dengan visi menciptakan peluang pendidikan yang merata bagi anak-anak kurang beruntung, sasaran program ini mulai dari siswa, guru, bahkan orang tua. Untuk siswa, akan diberikan bantuan merupakan peralatan sekolah, dicarikan orang tua asuh untuk membantu biaya pendidikannya, dan diikutsertakan dalam kegiatan dalam ruangan termasuk sharing dan diskusi yang diharapkan menginspirasi para siswa untuk masa depan dan cita-citanya. Untuk para guru akan diadakan pelatihan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Sedangkan untuk orang tua siswa akan disediakan fasilitas konseling sebagai ajang diskusi untuk membagi pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka. Semua kegiatan ini akan dilaksanakan sepanjang satu tahun dari Juli 2017 hingga Juni 2018.

Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan dari program Education Cannot Wait, The School Projects terus berupaya untuk bekerja sama dengan NGO bidang pendidikan, perusahaan-perusahaan yang bersimpati, pendanaan online melalui portal seperti kitabisa.com, dan dana hibah.

The School Projects hingga saat ini masih dalam proses mempersiapkan program Education Cannot Wait. Untuk teman-teman NGO bertema pendidikan, mungkin ini bisa jadi salah satu kesempatan untuk berkontribusi bagi pendidikan di Sumatra. Teman-teman pemuda juga bisa membantu pendanaannya, saat ini Education Cannot Wait melakukan penggalangan dana di portal https://kitabisa.com/wujudkanmimpimereka. Untuk kontribusi lainnya, mari kita tunggu bersama saja informasi dan perkembangan terbaru dari The School Project. Mengingat programnya yang bervariasi, besar kemungkinan nantinya akan membutuhkan banyak relawan.

Yuk, ulurkan tangan! Setiap inisiatif baik patut didukung. Dengan kolaborasi, kita pasti bisa berbuat lebih. Sangat banyak siswa sekolah yang akan terbantu, guru, dan bahkan orang tua yang akan ditanamkan pemahaman mengenai pentingnya pendidikan. Ingat, pendidikan tidak bisa menunggu!

Ditulis oleh: Hillary Tanida